Sumber : Dari selebaran Jum’at oleh Buletin Dakwah & Informasi Pusdai Jawa Barat,KSI (Konsultasi Singkat Islam)
(www.pusdai.com)

Assalamualaikum Wr.Wb
Saya sering mendengar diberbagai daerah, kalau ane sebutkan sebenarnya di daerah Pekanbaru dan Bandung sering ane dengar jamaah membaca “alaihissalam” dan “Musa Kalamullah” setelah imam membaca ayat Al-A’la yaitu tepatnya pada akhir setelah imam membaca “shuhufi Ibroohiima wa Muusaa”.

Jawaban ustad dalam selebaran KSI tersebut :
Dalam shalat berjamaah,ketika imam selesai membaca Surat Al-A’la, banyak makmum mengucapkan “alaihissalam” atau “Musa Kalamullah”, dari segi kata mestinya bacaannya ‘Alaihimas salaam (atas keduanya kesejahteraan, yaitu Nabi Ibrahim dan Musa seperti akhir surat tersebut) karena akhir surat Al-A’laa itu berbunyi: ”Shuhufi Ibroohiima wa Muusaa”.

Sejauh ini kami belum menemukan satu dalil pun yang menyebutkan Rasulullah Saw dan para sahabat melakukan hal demikian. Tidak didapati keterangan, apabila imam membaca ayat yang ada nama para nabi disebut, makmum mengucapkan ‘alaihissalam.

Ada dua pendapat di kalangan ulama. Pertama, ucapan itu membatalkan shalat, karena bacaan atau ucapan apa pun, selain bacaan-bacaan shalat, membatalkan shalat.

Lagi pula, jika tidak membatalkan shalat, mengapa hanya ketika mendengar Ibrahim a.s. dan Musa a.s. saja makmum mengucapkan ‘alaihis salam? Mengapa ketika nabi lain disebut dalam sebuah ayat/surat, makmun tidak mengucapkannya? Mengapa tidak mengucapkan ”Shallallahu ‘alaihi wasallam” ketika ada ayat yang menyebutkan nama Muhammad Saw?

Pendapat kedua, ucapan seperti ‘alaihis salam dan semacamnya tidak membatalkan salat. Alasannya, karena bacaan itu tidak bertentangan dengan tujuan shalat. Karena bacaan-bacaan itu sifatnya puji-pujian (kepada Nabi), dan doa-doa.

Karena tidak ada dalilnya yang pasti atau contoh dari Rasul dan sahabat, kami cenderung berpendapat, ucapkan ‘alaihimassalam tersebut dalam hati saja, tidak dikeraskan, sebagai bentuk kehati-hatian. Wallahu a’lam.*

Rupanya setelah ane ketik ulang, ternyata di website pusdai.com juga tersedia beritanya
http://pusdai.com/?p=7799

Ilmu itu ibarat harta yang terpendam, dan kunci untuk menggalinya adalah kesediaan untuk bertanya. Karena itu, bertanyalah kamu sekalian hal-hal yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya dalam proses tanya jawab akan diberikan pahala oleh Allah pada empat kelompok, yaitu: orang yang bertanya, orang yang menjawab, orang yang mendengarkan, dan orang yang mencintai mereka. (HR Abu Nu’aim dari Ali bin Abi Thalib).

uxc.wilis
🙂